Minggu, 06 November 2016

Sumpah Pemuda

"Satu, Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Dua, Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Tiga, Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbahasa yang satu, bahasa Indonesia."

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan Kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia (Wikipedia). 



QKapan terjadinya Kongres Pemuda II? Dimana?
A :  Pada tanggal 27 Oktober 1928 (Rapat pertama) di Gedung   Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng), dan 28 Oktober 1928 (Rapat kedua) di
di Gedung Oost-Java Bioscoop.


Q : Siapa saja panitia dalam kongres pemuda tersebut?
A : Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI), Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java), Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond), Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond), Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond), Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia), Pembantu III : Senduk (Jong Celebes), Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon), Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

Q : Apa makna yang terkandung dalam Sumpah Pemuda?
A :  Seperti yang sudah dipaparkan Wikipedia, Sumpah Pemuda merupakan tonggak utama dalam sejarah pergerakan Kemerdekaan Indonesia. 

Q : Bagaimana cara para generasi muda melestarikan isi Sumpah Pemuda?
A :  Mereka dapat mengamalkan isi-isi dalam Sumpah Pemuda. Namun, mereka tidak dapat melakukannya tanpa pemahaman, sehingga mereka juga harus diberi pemahaman tentang Sumpah Pemuda. Mereka juga dapat meningkatkan rasa cinta tanah air, salah satunya dapat dilakukan dengan mempelajari berbagai tarian nusantara dan sebagainya.