Sejarah, Arti, dan Hikmah Dibalik Hari Raya Iduladha dan Qurban
Kita sebagai umat muslim, pasti sudah mengerti apa itu Hari Raya Iduladha. Hari Raya Iduladha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah. Pada tanggal tersebut, umat muslim melakukan Salat Ied di pagi hari, seperti pada Hari Raya Idul Fitri. Nah, sebenarnya, apa itu Iduladha? Bagaimana sejarah awal diperintahkan untuk menyembelih hewan qurban pada Hari Raya Iduladha? Apa maknanya? Bagaimana kita memperingatinya sebagai umat muslimin? Mari kita lihat lebih dalam!
Sejarah Awal Idul Adha
Awal mula sejarah Iduladha, dijelaskan secara singkat dalam QS. As-Shoffat ayat 102 :
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ
السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي
أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا
تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Artinya : Maka tatkala anak
itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim
berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku
menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai
bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu
akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
Pada suatu malam, Nabi Ibrahim mendapatkan sebuah mimpi. Mimpi tersebut berisi tentang perintah Allah SWT untuk menyembelih Nabi Ismail. Dari mimpi tersebut lah, Nabi Ibrahim mendiskusikan hal tersebut kepada putranya. "Bagaimana menurutmu, wahai Ismail?".
Ismail menjawab, "Wahai Ayah, laksanakan perintah Allah yang diberikan untukmu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar dan patuh." Nabi Ismail juga meminta bahwa pertama, dalam penyembelihan tersebut, ia harus diikat kuat-kuat agar ia tidak banyak bergerak dan menyusahkan ayahnya, kedua, ia meminta ayahnya untuk menanggalkanlah pakaiannya agar tidak terkena darah dan mengurangi pahalanya, ketiga, ia meminta ayahnya untuk menajamkan pisaunya, agar ia tidak terlalu banyak merasakan pedih, dan yang terakhir, ia meminta ayahnya untuk menyampaikan salam kepada ibunya dan memberikan pakainnya sebagai penghibur untuk tidak bersedih. Nabi Ibrahim yang mendengarnya langsung mencium pipinya, dan berkata "Bahagialah aku yang memiliki seorang putra yang taat kepada Allah dan kepada orang tuanya."
Ismail menjawab, "Wahai Ayah, laksanakan perintah Allah yang diberikan untukmu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar dan patuh." Nabi Ismail juga meminta bahwa pertama, dalam penyembelihan tersebut, ia harus diikat kuat-kuat agar ia tidak banyak bergerak dan menyusahkan ayahnya, kedua, ia meminta ayahnya untuk menanggalkanlah pakaiannya agar tidak terkena darah dan mengurangi pahalanya, ketiga, ia meminta ayahnya untuk menajamkan pisaunya, agar ia tidak terlalu banyak merasakan pedih, dan yang terakhir, ia meminta ayahnya untuk menyampaikan salam kepada ibunya dan memberikan pakainnya sebagai penghibur untuk tidak bersedih. Nabi Ibrahim yang mendengarnya langsung mencium pipinya, dan berkata "Bahagialah aku yang memiliki seorang putra yang taat kepada Allah dan kepada orang tuanya."
Pada saat Ismail hendak disembelih, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor kambing di sampingnya. Maka, pada saat itulah muncul perintah untuk menyembelih hewan qurban saat Hari Raya Iduladha.
Arti dari Qurban
Qurban secara bahasa dari kata qaraba - yuqarribu - qurbanan yang berarti mendekatkan. Secara istilah berarti mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan qurban pada saat Hari Raya Iduladha.
Hikmah Dibalik Qurban
- Untuk menguji ketaqwaan kepada Allah SWT
- Menjaga fitrahnya tetap suci
- Berjiwa sosial, ditandai dengan membagikan daging hewan qurban kepada sesama
Rujukan : http://tugas-agama.blogspot.co.id/p/cerita-bersejarah-tentang-nabi-ibrahim.html

0 komentar:
Posting Komentar